This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 11 September 2014

Penjajahan Jepang di Indonesia



BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang. Karena Jepang tahu bahwa Asia Tenggara kaya akan sumber daya alamnya terutama Indonesia, maka Jepang berencana untuk menguasai sumber daya alam di Indonesia hingga masuk kepelosok pulau Jawa.
1.2              Rumusan masalah
1.      Apa latar belakang bangsa Jepang mendarat di Pulau Jawa ?
2.      Bagaimana cara bangsa Jepang menguasai sumber daya alam di Pulau Jawa ?
3.      Bagaimana pengaruh kedatangan Jepang terhadap wilayah Jawa ?
4.      Apa reaksi masyarakat Pulau Jawa terhadap kedatangan Jepang ?













BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Kedatangan Jepang Ke Indonesia
Pendudukan Jepang di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian imperialisme modernnya di Asia Tenggara.[1][1]Politik imperialisme ini mulai dilaksanakan Jepang sejak awal abad XX. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi imperialisme Jepang adalah adanya kemajuan di bidang industri. Dengan majunya bidang industri ini, Jepang membutuhkan daerah pemasaran baru dan persediaan bahan mentah dalam jumlah banyak.[2][2] Sementara itu, Indonesia adalah negara yang luas dan memiliki kekayaan alam dan jumlah manusia yang melimpah. Dengan demikian, tidak salah jika Indonesia adalah salah satu negara sasaran imperialisme Jepang.
Imperialisme Jepang juga didorong oleh ajaran Shintoisme tentang Hakko-ichiu, yaitu ajaran tentang kesatuan keluarga umat manusia. Sebagai negara yang telah maju, Jepang berkewajiban memajukan dan mempersatukan bangsa-bangsa di dunia. Langkah nyata yang diambil untuk mewujudkan ajaran tersebut adalah dengan membentuk lingkungan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai sumber daya alam di Asia Tenggara. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang, maupun untuk keperluan perang.
Terjadinya perang pasifik sangat berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia-Belanda adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber minyak utama.
Jepang menguasaiIndonesia diawali dari:
Ø      Menduduki Tarakan (10 Januari 1942) kemudian Minahasa, Sulawesi, Balik Papan, dan Ambon.
Ø      Pada februari 1942 menduduki Pontianak, Makasar, Banjarmasin, Palembang, dan Bali. Bagi Jepang Palembang merupakan tempat yang strategis hal ini dikarenakan letak Palembang diantara Batavia sebagai pusat kekuasaan Belanda dan Singgapura yang merupakan pusat kedudukan Inggris.
Ø      Di daerah Jawa Jepang pertama mendarat di Banten kemudian ke Indramayu, Kragan (Rembang dan Tuban).
Ø      Pada 5 Maret 1942 Jepang menyerang Batavia
Ø      8 Maret 1942 Jepang menyerang Bandung dan berhasil mendudukinya setelah Belanda menyerah kepada Panglima Jepang, Imamura.
Ø      Sehingga sejak 9 Maret 1942 Indonesia menjadi daerah kekuasaan Jepang
        Pada tanggal 1 Maret 1942, sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang, masing-masing dengan kekuatan lebih kurang satu divisi. Pada awalnya, misi utama pendaratan Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya disambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia.
        Kedatangan Jepang memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia yang saat itu telah menaruh kebencian terhadap pihak Belanda. Tidak adanya dukungan terhadap perang gerilya yang dilakukan oleh Belanda dalam mempertahankan Pulau Jawa ikut memudahkan pendaratan tentara Jepang.
        Melalui Indramayu, dengan cepat Jepang berhasil merebut pangkalan udara Kalijati untuk dipersiapkan sebagai pangkaan pesawat. Hingga akhirnya tanggal 9 Maret tahun Showa 17, upacara serah terima kekuasaan dilakukan antara tentara Jepang dan Belanda di Kalijati.
        Sikap Jepang pada awal kedatangannya semakin menarik simpati rakyat Indonesia. Dan kemenangan Jepang atas perang Pasifik digembor-gemborkan sebagai kemenangan bersama, yaitu kemenangan bangsa Asia. Saat tentara Jepang hendak mendarat di Indonesia, Pemerintah Jepang mengeluarkan slogan-slogan : "India untuk orang India, Birma untuk orang Birma, Siam untuk orang Siam, Indonesia untuk orang Indonesia."
Jepang juga memberikan janji kemerdekaan "Indonesia shorai dokuritsu", dan membiarkan bendera Indonesia dikibarkan. Bahkan sebelum Jepang mendarat di Pulau Jawa, siaran Tokyo sering menyiarkan lagu kebangsaan Indonesia. Tindakan lain yang dilakukan oleh Jepang adalah melakukan pelarangan terhadap penggunaan bahasa Belanda. Sejak itulah bahasa Indonesia ikut berkembang dengan pesat. Keadaan sebelum kedatangan Jepang juga dikisahkan sebagai berikut
2.2  Penjajahan Jepang ke Indonesia
Pendudukan bangsa Jepang di Indonesia berlangsung secara bertahap dari daerah luar pulau Jawa. Daerah yang pertama kali diduduki oleh Jepang adalah Tarakan Kalimantan Timur pada tanggal 11 Januari 1942. Keesokan harinya daerah ini berhasil dikuasai. Pendudukan Jepang terus melebar ke daerah Kalimantan lainnya. Setelah semua wilayah Kalimantan berhasil dikuasai, pasukan militer Jepang bergerak ke pulau Sumatera.
Salah satu daerah di Sumatra yang sangat berarti bagi Jepang adalah Palembang. Dengan dikuasainya Palembang maka gerak mundur pasukan Sekutu di Sumatra ke Jawa dapat ditutup dan kemungkinan masuknya bantuan untuk Sekutu dari daerah Jawa dapat dicegah.[3][3] Penyerbuan tentara militer Jepang ke Palembang dimulai tanggal 12 Februari 1942 dan berhasil dikuasai tanggal 16 Februari 1942. Sementara itu, daerah-daerah lain di Sumatera baru dapat dikuasai pada minggu kedua bulan Maret 1942. Aceh dan Sumatra Timur berhasil diduduki Jepang pada tanggal 11 Maret 1942 dan Sumatra Barat tanggal 17 Maret 1942.
Tentara Jepang yang dikenal dengan Bala Tentara Nippon adalah sebutan resmi pemerintah militer pada masa pemerintahan Jepang. Sejak tanggal 7 Maret 1942, tentara Jepang memegang kekuasaan militer dan segala kekuasaannya yang dipegang Gubernur Jendral masa Belanda. Kekuasaan atas wilayah Indonesia dipegang oleh 2 angkatan perang, yaitu:
1.      Angkatan Darat (Rikugun)
2.      Angkatan Laut (Kaigun)
Dengan kekuasaan masing-masing, yaitu:
1.  Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia di bawah kekuasaan Rikugun
2.  Sumatera dan Semenanjung Melayu dengan pusatnya di Singapura berada di bawah kekuasaan Rikugun
3.  Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian berada di bawah kekuasaan Kaigun.
Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia maka Jepang membentuk organisasi-organisasi militer sebagai pengganti oraganisasi pergerakan yang ada di Indonesia. Organisasi tersebut diantaranya:
1.  GERAKAN TIGA A
Mempunyai semboyan : Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Dipimpin oleh Syamsuddin SH. Tahun 1943, dibubarkan karena tidak mendapat simpati dari rakyat dan diganti Putera.
1.  PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat)
Putera dibentuk tahun 1943 dipimpin oleh empat serangkai yaitu Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur. Tujuan dibentuk Putera yaitu untuk membantu Jepang dalam setiap perang yang dilakukannya. Tetapi Oraganisasi Putera merupakan bumerang bagi Jepang sebab anggota Putera memiliki nasionalisme yang tinggi.
2.      PETA(Pembela Tanah Air)
Peta merupakan organisasi bentukan jepang yang terdiri dari pemuda Indonesia. Organisasi ini disebut pula Giyugun. Mereka mendapat latihan militer dari Jepang. Tujuannya untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik. Ternyata perkembangan Peta sangat membantu Indonesia dalam meraih kemerdekaan melalui perjuangan fisik.
Jenderal Sudirman dan A.H Nasution bpernah sebagai pemimpin PETA.
1944, dibubarkan karena terlalu bersifat nasional dan dianggap membahagiakan.
Selain itu terdapat pula organisasi bentukan Jepang yang lain, seperti: Jawa Hokokai, Cuo Sangi In, Keibondan(Barisan Pembantu Polisi), Seinendan(Barisan Pemuda), dsb.
2.3  Kedatangan Jepang ke Pulau Jawa
Setelahseluruh pulau Sumatera dikuasai, terutama Palembang maka terbukalah pulau Jawa bagi tentara militer Jepang. Kekuatan khusus militer Jepang untuk merebut pulau Jawa berada di bawah komando Tentara XVI dengan pimpinan Letjend Hitoshi Imamura. Pada tanggal 1 Maret 1942, pasukan tersebut berhasil mendarat di tiga tempat sekaligus yaitu di teluk Banten, di Eretan Wetan dan di Kragan. Setelah pendaratan di tiga tempat tersebut, Jepang segera meluaskan peyerangan ke daerah Batavia dan berhasil menaklukkannya sebagai kota terbuka yang berarti kota itu tidak akan dipertahankan oleh pihak belanda yang terjadi pada tanggal 5 Maret 1942. Segera setelah jatuhnya kota Batavia ke tangan mereka, tentara ekspedisi Jepang langsung bergerak ke selatan dan berhasil menduduki Buitenzorg (Bogor).  Pada tanggal yang sama, tentara Jepang bergerak dari Kalijati untuk menyerbu Bandung dari arah utara. Mula-mula digempurnya pertahanan di Ciater, sehingga tentara Hindia Belanda mundur ke Lembang dan menjadikan kota tersebut sebagai pertahanan terakhir. Pada Maret 1942, pasukan-pasukan Sekutu di Jawa diberitahukan oleh mata-mata bahwa suatu kekuatan Jepang sejumlah 250.000 sedang mendekati Bandung, sementara kenyataannya kekuatannya hanya sepersepuluh jumlah itu. Informasi yang keliru itu mungkin merupakan bagian dari alasan mengapa Sekutu menyerah di Jawa.
Pada tanggal 5 Maret 1942 juga, penyerbuan Jepang mulai meluas ke pelosok daerah di Jawa termasuk juga Surakarta. Penyerangan Jepang ke Surakarta dipimpin oleh komandan Funabiki. Kedatangan pasukan musuh tersebut dihadang oleh dua kompi pasukan KNIL, satu peleton kavaleri, dua batalyon legiun Mangkunegaran dan beberapa pasukan milisi. Gabungan pasukan penghadang tersebut masih dapat dikalahkan pasukan Jepang sehingga dalam waktu tidak terlalu lama kota Surakarta berhasil pula dikuasai.
Tak lama sesudah berhasil didudukinya posisi tentara KNIL di Lembang, maka pada tanggal 7 Maret 1942, pasukan-pasukan Belanda di sekitar Bandung meminta penyerahan lokal dari pihak Belanda ini kepada Jenderal Imamura tetapi tuntutannya adalah penyerahan total daripada semua pasukan Serikat di Jawa (dan bagian Indonesia lainnya). Jika pihak Belanda tidak mengindahkan ultimatum Jepang, maka Kota Bandung akan di bom dari udara Jenderal Imamura pun mengajukan tuntutan lainnya agar Gubernur Jenderal Belanda turut dalam perundingan di Kalijati yang diadakan selambat-lambatnya pada hari berikutnya. Jika tuntutan ini dilanggar, pemboman atas Kota Bandung dari udara akan segera dilaksanakan. Akhirnya pihak Belanda memenuhi tuntutan Jepang dan keesokan harinya, baik Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer maupun Panglima Tentara Hindia Belanda serta beberapa pejabat tinggi militer dan seorang penerjemah pergi ke Kalijati. Di sana mereka kemudian berhadapan dengan Letnan Jenderal Imamura yang datang dari Batavia (Jakarta). Hasil pertemuan antara kedua belah pihak adalah kapitulasi tanpa syarat Angkatan Perang Hindia Belanda kepada Jepang.
Dengan penyerahan tanpa syarat oleh Letnan Jenderal H. Terpoorten, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda atas nama Angkutan Perang Serikat di Indonesia kepada tentara ekspedisi Jepang di bawah Pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura pada tanggal 8 Maret 1942, berakhirlah pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia dan dengan resmi mulailah kekuatan pendudukan Jepang di  wilayah Jawa dan wilayah Indonesia lainnya.
2.4  Pengaruh Penjajahan Jepang Terhadap Pulau Jawa
Pengaruh penjajahan Jepang terhadap wilayah  terhadap lokalitas di wilayah Jawa berdampak terhadap bidang politik, ekonomi, pendidikan, social,
 1. Bidang Politik
  • Organisasi politik di Indonesia tidak berkembang bahkan dihapuskan oleh Jepang
  • Didirikan/ dibentuknya berbagai organisasi Jepang
  • Kehidupan politik rakyat diatur oleh pemerintah Jepang
  • Meskipun ada organisasi politik yang masih terus berjuang menentang Jepang.
2. Bidang Ekonomi
  Sama dengan negara imperialis yang lain Jepang datang dengan masalah ekonomi yaitu untuk mencari daerah sebagai penghasil bahan mentah dan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan mencari pemasaran untuk hasil-hasil industrinya.
o       Aktivitas ekonomi zaman Jepang sepenuhnya di pegang oleh Jepang.
3. Bidang Pendidikan
§         Pendidikan berkembang pesat di banding masa Hindia Belanda
§         Bangsa Indonesia diberi kesempatan untuk sekolah di sekolah yang dibangun pemerintah
§         Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar pada sekolah-sekolah
§         Berbagai nama diIndonesiakan
Tetapi semua yang dilakukan oleh Jepang tersebut hanya untuk menarik simpati rakyat agar mau membantu Jepang mengahadapi lawan-lawannya dalam Perang Pasifik.
4. Bidang Sosial
ü      Jepang memperkenalkan sistem Tonorigumi (Rukun Tetangga/RT) yang tergabungdalam Ku(desa)
ü      Kehidupan sosial masyarakat sangat memprihatinkan sebab rakyat harus memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam menghadapi musuhnya.
ü      Rakyat juga harus kerja paksa yang disebut dengan kerja Romusha. Dari kerja paksa tersebut menyebabkan jatuh banyak korban akibat kelaparan dan terkena penyakit.
ü      Banyak wanita Indonesia yang dijadikan wanita penghibur “Jugun Ianfu” pada masa itu.
5. Bidang Birokrasi
v     Kekuasaan Jepang di Indonesia di pegang oleh kalangan militer yaitu Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun)
v     Sistem pemerintahan diatur berdasar aturan militer
v     Orang-orang Indonesia mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih penting dari sebelumnya yang hanya dipegang oleh orang Belanda, dengan masih dalam pengawasan Jepang.
6. Bidang Kebudayaan
Ø      Jepang mempunyai kebiasaan menghormat ke arah matahari terbit sebagai keturunan Dewa Matahari.
Ø      Pengaruh Jepang dalam kebudayaan terlihat dalam lagu, film, dan drama sebagai alat propaganda mereka.
Ø      Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya.
Ø      Anak-anak sekolah diberikan latihan olahraga Taiso yang baik untuk kesehatan mereka.
Ø      Setiap hari bagi anak-anak sekolah maupun para pegawai wajib untuk menghormati bendera (merah putih) dan menyanyikan lagu kebangsaan nasional.
Semua itu merupakan warisan kebiasaan Jepang bagi bangsa Indonesia.
7. Bidang Militer
Para pemuda Indonesia diberi pendidikan militer melalui organisasi PETA.
Mereka akhirnya menjadi inti kekuatan dan pergerakan perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan.
2.5  Perlawanan  atau Reaksi Bangsa Indonesia Terhadap Kedatangan Jepang
        Pada masa pendudukan Jepang, para pemimpin perjuangan bangsa Indonesia bersikap hati-hati. Hal ini dikarenakan pemerintah pendudukan Jepang sangat kejam, menyiksa bahkan membunuh terhadap siapa saja yang terang-terangan menentang Jepang. Semua organisasi kebangsaan yang telah ada sejak penjajahan Belanda dibubarkan. Para pemimpin pergerakan kebangsaan selalu dicurigai dan diawasi dengan ketat. Hal tersebut disebabkan karena sebelum Jepang masuk ke Indonesia telah mengirimkan mata-mata sehingga memiliki data yang lengkap keadaan politik di Indonesia. Menghadapi keadaan yang serba sulit maka para pemimpin bangsa Indonesia berjuang dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. Mereka tidak kehilangan semangat perjuangan. Dengan taktik kooperasi para pemimpin dapat membela nasib rakyat dan memanfaatkan kebijaksanaan pemerintah Jepang untuk kepentingan nasional. Namun ada pula yang mengadakan gerakan bawah tanah atau ilegal maupun dengan perlawanan bersenjata. Semua itu adalah mempunyai cita-cita yang sama yakni mewujudkan Indonesia merdeka.  Perlawanan bangsa Indonesia terhadap Jepang dengan cara memanfaatkan organisasi buatan Jepang seperti PUTERA dan perjuangan melalui organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia. Pada akhir tahun 1943 di Bogor didirikan Renseitai (Satuan Pendidikan Perwira). Dari catatan Jepang, dapat diketahui berapa jumlah anggota Peta yang mendapat pendidikan militer. Sampai bulan November 1944 tercatat kekuatan Peta di Jawa sebanyak 33.000 orang dan di Bali 1.500 orang. Di Sumatera telah dilatih sebanyak 6.000 Gyugun.
Tahun 1945, seluruh kekuatan Peta mencapai 66 batalyon di Jawa dan 3 batalyon di Bali. Selain itu masih terdapat sekitar 25.000 prajurit Heiho. Apabila dalam struktur komando Peta, semua perwira adalah orang Indonesia, dalam Heiho, seluruh perwiranya adalah orang Jepang. Pangkat tertinggi orang Indonesia dalam Heiho adalah sersan.
Latihan militer yang diperoleh para pemuda ini hanya dengan memakai bambu runcing. Kelompok-kelompok ini dipersiapkan sebagai pendukung Peta, Heiho dan gyugun, sedangkan Keibodan diperbantukan kepada kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tahun 1944 muncul  beberapa perlawanan di wilayah Jawa yang dapat dipadamkan oleh  Jepang, yaitu :
ü      Daerah Indramayu(Karang Ampel, Sindang)
1943 muncul perlawanan dipimpin oleh Haji Madriyan, dkk tetapi berhasil dipadamkan oleh Jepang.
ü      Daerah Sukamanah, Tasikmalaya
1943 terjadi perlawanan dipimpin oleh Haji Zaenal Mustafa. Ia berhasil membunuh kaki tangan Jepang dan balasannya Jepang melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat.
ü      Blitar
14 Februari 1945 terjadi pemberontakan PETA yang dipimpin oleh Supriyadi (putra bupati Blitar) yang dibantu dr. Ismail, Mudari, Suwondo. Pemberontakan ini mampu membinasakan orang-orang Jepang di Blitar, Jepang sangat terkejut lagi pula saat itu Jepang sering mengalami kekalahan dalam perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik. Akhirnya Jepang mengepung kedudukan Supriyadi. Melakukan tipu muslihat bahwa jika para pemberontak menyerah maka mereka akan dijamin keselamatannya serta akan dipenuhi segala tuntutannya. Hal ini berhasil sebab banyak anggota PETA yang menyerah. Mereka akhirnya di hukum mati maupun meninggal karena disiksa Jepang. Dan keadaan Jepang menjelang akhir kekuasaannya, dikarenakan:
ü      Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik sebab Pulau Saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat Juli 1944, hal ini adalah sebuah ancaman.
ü      Dalam berbagai peperangan Jepang selalu mengalami kekalahan.
ü      Tanggal 9 September 1944, Perdana Menteri Kaiso, memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia untuk menarik simpati rakyat selain itu setiap kantor diperkenalkan mengibarkan bendera merah putih meskipun harus berdampingan dengan bendera Jepang.
Jepang sendiri kemudian menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, namun kapitulasi Jepang secara resmi ditandatangani tanggal 2 September 1945, pukul 09.04, di atas kapal perang AS Missouri, di teluk Tokyo. Serah terima dari tentara Jepang di Asia Tenggara dilaksanakan di Singapura pada tanggal 12 September 1945, pukul 03.41 GMT. Admiral Lord Louis Mountbatten, Supreme Commander South East Asia Command, mewakili Sekutu, sedangkan Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Seishiro Itagaki, yang mewakili Marsekal Hisaichi Terauchi, Panglima Tertinggi Balatentara Kekaisaran Jepang untuk Wilayah Selatan.











BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
        Kedatangan bangsa jepang ke Indonesia Awal mula ekspansi Jepang ke Indonesia didasari oleh kebutuhan Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persediaan minyak bumi yang dimiliki oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah pula tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke Jepang. Langkah ini kemudian diikuti oleh Inggris dan Belanda. Keadaan ini akhirnya mendorong Jepang mencari sumber minyak buminya sendiri.
        Pada tanggal 1 Maret 1942, sebelum matahari terbit, Jepang mulai mendarat di tiga tempat di Pulau Jawa, yaitu di Banten, Indramayu, dan Rembang, masing-masing dengan kekuatan lebih kurang satu divisi. Pada awalnya, misi utama pendaratan Jepang adalah mencari bahan-bahan keperluan perang. Pendaratan ini nyatanya disambut dengan antusias oleh rakyat Indonesia karena dengan segala janji dan kebohongan yang diberikan kepada orang Indonesia yang berjanji akan membantu memerdekakan Indonesia dari jajahan Belanda. Dan ternyata semua itu hanyalah taktik Jepang saja untuk menguasai Indonesia.


[1][1] Imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung suatu negara terhadap negara lain. Ada dua jenis imperialisme yaitu imperialisme kuno dan modern. Imperialisme modern berlangsung setelah revolusi industri berkembang pesat. Latar belakang dari imperialisme modern adalah keinginan negara penjajah mengembangkan ekonominya. Lihat: Samekto, 1982, Ikhtisar Sejarah Bangsa Inggris, Jakarta: Sastra Hudaya, hal. 232-233.
[2][2] Cahyo Budi Utomo, 1995, Dinamika Pergerakan Kebangsaan Indonesia dari Kebangkitan hingga Kemerdekaan, Semarang: IKIP Semarang Press, hal. 177.

Senin, 01 September 2014


Buah pisang adalah salah satu buah yang sangat berkhasiat sekali bagi kesehatan tubuh kita .banyak khasiat dan manfaat yang diambil dari buah pisang  untuk kesehatan tubuh anda diantaranya  :
khasiat pisang bagi kesehatan tubuh agar tubuh lebih sehat
1. Dapat menurunkan tekanan darah pada tubuh di karenakan buah pisang banyak mengandung 467 mg kalium (potasium) sehingga penting untuk mencegah dan mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi.
2. Buah pisang juga dapat untuk menjaga kesehatan jantung anda dan membantu transfortasi oksigen ke dalam otak.
3. Dapat membantu untuk memperkuat tulang anda dikarenakan buah pisang banyak mengandung kalsium sehingga biasa menggantikan jumlah kalsium anda yang hilang sehingga kesehatan tulang andapun bisa terjaga.
4. Buah pisang bisa juga menyembuhkan penderita depresi bagi manusia karena buah pisang mengandung banyak sekali trythophan sejenis protein dan di sederhanakan ke serotonin sehingga sangat bermanfaat sekali bagi penderita depresi karena akan menimbulkan rasa rilek bagi si penderita depresi
5. Buah pisang juga sangat berguna untuk membantu menyembuhkan penyakit demam karena dapat menurunkan suhu badan yang tinggi,dan juga disaat musim panas trejadi berlarut larut sehingga situasi suhu badan menjadi meningkat panas maka dengan mengkomsunsi buah pisang dapat mendinginkan suhu badan

Minggu, 31 Agustus 2014

VIRUSES EFFECTS ON COMPUTER

Computer Virus is a kind of malicious software written intentionally to enter a computer without the user's permission or knowledge, with an ability to replicate itself, thus continuing to spread. Some viruses do little but replicate others can cause severe harm or adversely effect program and performance of the system. A virus should never be assumed harmless and left on a system. Most common types of viruses are mentioned below:


  • Resident Viruses
This type of virus is a permanent which dwells in the RAM memory. From there it can overcome and interrupt all of the operations executed by the system: corrupting files and programs that are opened, closed, copied, renamed etc.

Examples include: Randex, CMJ, Meve, and MrKlunky. 

  • Direct Action Viruses
The main purpose of this virus is to replicate and take action when it is executed. When a specific condition is met, the virus will go into action and infect files in the directory or folder that it is in and in directories that are specified in the AUTOEXEC.BAT file PATH. This batch file is always located in the root directory of the hard disk and carries out certain operations when the computer is booted. 
  • Overwriter Viruses
Virus of this kind is characterized by the fact that it deletes the information contained in the files that it infects, rendering them partially or totally useless once they have been infected.

The only way to clean a file infected by an overwrite virus is to delete the file completely, thus losing the original content.

Examples of this virus include: Way, Trj.Reboot, Trivial.88.D. 

  • Boot Virus
This type of virus affects the boot sector of a floppy or hard disk. This is a crucial part of a disk, in which information on the disk itself is stored together with a program that makes it possible to boot (start) the computer from the disk.

The best way of avoiding boot viruses is to ensure that floppy disks are write-protected and never start your computer with an unknown floppy disk in the disk drive.

Examples of boot viruses include: Polyboot.B, AntiEXE. 

  • Macro Virus
Macro viruses infect files that are created using certain applications or programs that contain macros. These mini-programs make it possible to automate series of operations so that they are performed as a single action, thereby saving the user from having to carry them out one by one.

Examples of macro viruses: Relax, Melissa.A, Bablas, O97M/Y2K. 

  • Directory Virus
Directory viruses change the paths that indicate the location of a file. By executing a program (file with the extension .EXE or .COM) which has been infected by a virus, you are unknowingly running the virus program, while the original file and program have been previously moved by the virus.

Once infected it becomes impossible to locate the original files. 

  • Polymorphic Virus
Polymorphic viruses encrypt or encode themselves in a different way (using different algorithms and encryption keys) every time they infect a system.

This makes it impossible for anti-viruses to find them using string or signature searches (because they are different in each encryption) and also enables them to create a large number of copies of themselves.

Examples include: Elkern, Marburg, Satan Bug, and Tuareg. 

  • File Infectors
This type of virus infects programs or executable files (files with an .EXE or .COM extension). When one of these programs is run, directly or indirectly, the virus is activated, producing the damaging effects it is programmed to carry out. The majority of existing viruses belong to this category, and can be classified depending on the actions that they carry out. 
  • Companion Viruses
Companion viruses can be considered file infector viruses like resident or direct action types. They are known as companion viruses because once they get into the system they "accompany" the other files that already exist. In other words, in order to carry out their infection routines, companion viruses can wait in memory until a program is run (resident viruses) or act immediately by making copies of themselves (direct action viruses).

Some examples include: Stator, Asimov.1539, and Terrax.1069 

  • FAT Virus
The file allocation table or FAT is the part of a disk used to connect information and is a vital part of the normal functioning of the computer.
This type of virus attack can be especially dangerous, by preventing access to certain sections of the disk where important files are stored. Damage caused can result in information losses from individual files or even entire directories. 

  • Worms
A worm is a program very similar to a virus; it has the ability to self-replicate, and can lead to negative effects on your system and most importantly they are detected and eliminated by antiviruses.

Examples of worm include: PSWBugbear.B, Lovgate.F, Trile.C, Sobig.D, Mapson. 

  • Trojans or Trojan Horses
Another unsavory breed of malicious code are Trojans or Trojan horses, which unlike viruses do not reproduce by infecting other files, nor do they self-replicate like worms. 
  • Logic Bombs
They are not considered viruses because they do not replicate. They are not even programs in their own right but rather camouflaged segments of other programs.

Their objective is to destroy data on the computer once certain conditions have been met. Logic bombs go undetected until launched, and the results can be destructive.


Contoh Dialog Interaktif

DIALOG INTERAKTIF STASIUN TV :
TRANS TV

DR. OZ Indonesia Minggu, 4 Agustus
2013
Topik : Mabuk Perjalan
Narasumber : dr. Ryan Thamrin
Bintang Tamu : Tya Aristya

Percakapan
dr. Ryan : “Masih di DR. OZ
Indonesia. Kita akan bicara mengenai
mabuk.”
Tya : “Ha? Mabuk?”
dr. Ryan : “Mabuk perjalanan.”
Tya : “Iya bener.”
dr. Ryan : “Bicara masalah mabuk
perjalanan, nah ini kan
menjelang lebaran, tradisi
gak bisa ditolak. Oke,
bicara masalah mabuk,
organ tubuh pada kita itu
apa yang bermain kira-
kira?”
Tya : “Kepala kayaknya,
pusing kan?”
dr. Ryan : “Itu akibatnya pusing.”
Tya : “Sama lambung, mual.”
dr. Ryan : “Sama lambung mual,
ya... Terus?”
Tya : “Emm... Udah.”
dr. Ryan : “Udah itu? Sebenarnya
yang memegang kendali
saat mabuk perjalanan
adalah telinga bagian
dalam.
Nah untuk lebih jelasnya,
yuk kita lihat animasinya.
Yuk minggir.
Nah itu dia tu
ya.” (menunjuk animasi
gambar telinga)
Tya : “Mirip.”
dr. Ryan : “Pada dasarnya itu di
dalam itu ada namanya
labirin. Labirin ini saat
kita bergerak ke depan ke
belakang itu tu labirinnya
akan ikut juga. Itu nama
organnya labirin. Ke
depan ke belakang ke
kanan ke kiri. Kita akan
lihat lebih dalam lagi, nah
di dalam labirin itu ada
cairan warna kuning, di
cairan warna kuning itu
ada rambut, rambut itu
adalah reseptor, alat yang
mendeteksi setiap gerakan
kita. Apabila kita ke kiri,
reseptor itu akan ke kiri.
Jadi itu adalah pusat dari
keseimbangan. Apabila
ini mengalami gangguan
atau tidak fokus itu
akibatnya kita mabuk
pejalanan. Pengen tahu?”
Tya : “Mau dibawa kemana
lagi aku dokter?”
dr. Ryan : “Namanya juga kita mau
perjalanan. Saya akan
buat kamu mabuk, Tya.
Saya akan kasih tau Anda,
pemirsa di rumah dan
penonton di studio,
kenapa seseorang menjadi
mabuk. Itu tadi udah ada
animasinya, sekarang kita
demo dengan kursi. Nah
labirin itu tadi kan ikut
bergerak, nah ternyata itu
ada hubungannya dengan
mata. Di saat saya
gerakkan kursi ke kanan
ke kiri ke kanan lagi ke
kiri lagi,
putar...” (menggerak-
gerakkan kursi)
Tya : “Aaa dokter... Waa
puyeng...”
dr. Ryan : “Kita putar lagi.”
Tya : “Waa...”
dr. Ryan : “Lagi...”
Tya : “Aaa dokter... Ini udah
puyeng ini dokter. Aduh
dokter.”
dr. Ryan : “Oke, nah ini ada
kaitannya dengan mata.
Biasanya kalau mata kita
mengikuti sendor tubuh,
yaitu bergerak ke kanan
ke kiri ke depan ke
belakang atau mutar itu
tidak menimbulkan
respons mabuk atau mual.
Beda halnya kalau kamu
sambil baca.”
Tya : “Oke.”
dr. Ryan : “Kan biasanya ini
pemirsa, di saat kita
perjalanan darat, laut,
udara, tapi kalau udara
sih jarang ya kalau
mabuk. Tapi ada
beberapa orang yang
sensitif juga mabuk
terutama yang darat.
Kadang-kadang ya boring,
30 hari perjalanan pulang
kampung.”
Tya : “Ha? Jauh banget?”
dr. Ryan : “Wah, jauh ya... Kan
boring tu berjam-jam,
biasanya kan bawa buku
sambil baca. Nah gerakan
itu tadi sambil baca yuk.”
Tya : “Huooo... Ini gimana
baca ini dokter, nggak
baca aja udah puyeng.”
dr. Ryan : “Oke, nah Tya, kenapa
kalau tadi mata dengan
membaca itu mudah
mabuk? Karena mata kita
itu mensensor tubuh kita
itu tidak bergerak.
Sedangkan indra di
labirin itu mensensor
tubuh kita bergerak, jadi
kayak ada tolak belakang.
Itu yang mengakibatkan
kita mabuk perjalanan
lebih mudah terjadi.
Gitu... jadi solusinya
pertama, hindari
membaca sambil di dalam
mobil atau perjalanan.
Yang kedua adalah...
Boleh di sini, kasihan
kamu duduk mulu.”
Tya : “Haha, oke.”
dr. Ryan : “ Yang kedua adalah
apabila Anda lagi tidak
puasa, ini bisa
mengkonsumsi jahe,
terutama permen. Karena
apa? Permen itu dapat
mengurangi gangguan
pada sistem pencernaan
seperti mual atau pusing.”
Tya : “Permen jahe gitu...”
dr. Ryan : “Permen jahe, ya... Atau
yang ketiga adalah gelang
tangan. Gelang tangan ini
ada... Apa?”
Tya : “Iket rambut.”
dr. Ryan : “Iket rambut, kok gelang
tangan. Ini ada kayak
seperti memberi tekanan.
Itu bisa diapaki sesuai
warna kesenangan Anda
mau pilih warna apa,
kemudian ditekan di
bagian sini, pelan-pelan
aja...”
Tya : “Deket urat ini?”
dr. Ryan : “Iya, pelan... pelan...
Itu mengurangi sensor
atau istilahnya respons
dari terjadinya mabuk
perjalanan.
Itu tadi Tya, beberapa
solusi dari hal-hal yang
biasanya mengakibatkan
mabuk
Tya : “Aamiin. Tidak mabuk.”
dr. Ryan : “Tidak mabuk.”
Tya : “Lumayan tipsnya,
dokter.”
dr. Ryan : “Iya sama-sama.
Jangan kemana-mana,
setelah ini ada beberapa
pertanyaan e-mail dan
twitter yang akan kami
jawab. Tetap di DR.
OZ...??”
Tya&Penonton: “Indonesia..!!”
Ringkasan
Yang memegang kendali dalam mabuk
perjalan adalah telinga bagian dalam
yang di dalamnya ada reseptor. Mabuk
perjalanan dapat disebabkan karena
reseptor yang merupakan alat
pendeteksi setiap gerakan pada tubuh
kita dan merupakan pusat dari
keseimbangan mengalami gangguan
atau tidak fokus. Mabuk perjalanan
dapat diatasi dengan tiga cara, yaitu
hindari membaca saat di perjalanan,
mengkonsumsi permen jahe, dan
memakai ikat rambut yang ada
tonjolan bulat untuk ditekan pada
tangan dekat urat nadi.
Simpulan Tersirat
Agar tidak mabuk perjalanan, kita harus
menghindari hal-hal yang dapat
merangsang terjadinya mabuk
perjalanan.

Macam Macam Majas

Majas adalah gaya bahasa dalam bentuk tulisan
maupun lisan yang dipakai dalam suatu
karangan yang bertujuan untuk mewakili
perasaan dan pikiran si pengarang.
  • Klimaks

Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan
beberapa hal yang dituntut semakin lama
semakin meningkat.
Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran,
kesabaran pengalaman, dan pengalaman
harapan.
  • Antiklimaks
Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa
hal berurutan semakin lma semakin menurun.
Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah
orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal
namanya
  • Paralelisme
Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa
pengulangan kata pada baris atau kalimat.
Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang
  • Antitesis
Adalah gaya bahasa yang menggunakan
pasangan kata yang berlawanan maknanya.
Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil,
smuanya mempunyai kewajiban terhadap
keamanan bangsa.
Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata
atau bagian kalimat yang dianggap penting
untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks
yang sesuai
  • Epizeuksis
Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya
kata yang dipentingkan diulang beberapa kali
berturut-turut.
Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja
untuk mengajar semua ketinggalan kita.
  • Tautotes
Ada;aj repetisi atas sebuah kata berulang-ulang
dalam sebuah konstruksi.
Contoh : kau menunding aku, aku menunding
kau, kau dan aku menjadi seteru
  • Anafora
Adalah repetisi yang berupa perulangan kata
pertama pada setiap garis.
Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga
sepanjang masa
  • Epistrofora
Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata
atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh :
Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah
puisi,
Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki
adalah puisi
  • Simploke
Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa
baris atau kalimat berturut-turut.
Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang
terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang
terserah aku.
  • Mesodiplosis
Adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris
atau beberapa kalimat berurutan.
Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin.
Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.
  • Epanalepsis
Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir
dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata
pertama.
Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.
  • Anadiplosis
Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa
atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama
dari klausa berikutnya.
Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada
hati. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada.
  • Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi
vokal yang sama.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
  • Asonansi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi
vokal yang sama.
Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya
  • Anastrof atau Inversi
Adalah gaya bahasa yang dalam
pengungkapannya predikat kalimat mendahului
subejeknya karena lebih diutamakan.
Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami,
keheranan kami melihat peranginya.
  • Apofasis atau Preterisio
Adalah gaya bahasa dimana penulis atau
pengarang menegaskan sesuatu, tetapi
tampaknya menyangkal.
Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam
forum ini bahwa saudara telah menggelapkan
ratusan juta rupiah uang negara
  • Apostrof
Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan
amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang
tidak hadir.
Contoh : Hai kamu semua yang telah
menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta
ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan
dan kemerdekaan seperti yang pernah kau
perjuangkan
  • Asindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara
berturut-turut tanpa menggunakan kata
penghubung agar perhatian pembaca beralih
pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan,
seribu derita detik-detik penghabisan orang
melepaskan nyawa.
  • Polisindeton
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara
berturut-turut dengan menggunakan kata
penghubung.
Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah
dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap
dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?
  • Kiasmus
Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian,
yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan
satu sama lain, tetapi susunan frasa dan
klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan
frasa atau klausa lainnya.
Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang,
lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan
usaha itu.
  • Elipsis
Adalah gaya bahasa yang berwujud
menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan
mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh
pembaca.
Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.
  • Eufimisme
Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga
kesopanan atau menghindari timbulnya kesan
yang tidak menyenangkan.
Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran
  • Litotes
Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk
menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan
diri
Contoh : Mampirlah ke gubukku!
  • Histeron Proteron
adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan
dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari
sesuatu yang wajar.
Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang
terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas
dengan pasir putihnya
  • Pleonasme
Adalah gaya bahasa yang memberikan
keterangan dengan kata-kata yang maknanya
sudah tercakup dalam kata yang diterangkan
atau mendahului.
Contoh : Darah merah membasahi baju dan
tubuhnya
  • Tautologi
Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah
kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-
kata yang diterangkan atau mendahului.
Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan
tidak saya harapkan
  • Parifrasis
Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah
kata dengan frase atau serangkaian kata yang
sama artinya.
Contoh : Kedua orang itu bersama calon
pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu
  • Prolepsis atau Antisipasi
Adalah gaya bahasa dimana orang
mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau
sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan
yang sebenarnya terjadi.
Contoh : Keua orang tua itu bersama calon
pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.
  • Erotesis atau Pertanyaan Retoris
Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam
pidato atau tulisan dengan tujuan untuk
mencapai efek yang lebih mendalam dan
penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak
menghendaki adanya suatu jawaban.
Contoh : inikah yang kau namai bekerja?
  • Silepsis dan Zeugma
Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua
konstruksi rapatan dengan menghubungkan
sebuah kata dengan dua kata yang lain
sebenarnya hanya salah satunya mempunyai
hubungan sebuah kata dengan dua kata yang
lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai
hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk
memberi hormat kepada kami.
  • Koreksio atau Epanortosis
Adalah gaya bahasa yang mula-mula
menegaskan sesuatu, tetapi kemudian
memperbaikinya.
Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh
maaf, silakan makan.
  • Hiperbola
Adalah gaya bahasa yang memberikan
pernyataan yang berlebih-lebihan.
Contoh : Kita berjuang sampai titik darah
penghabisan
  • Paradoks
Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal
yang seolah-olah bertentangan, namun
sebenarnya tidak karena objek yang
dikemukakan berbeda.
Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.
  • Oksimoron
adalah gaya bahasa yang mengandung
pertentangan dengan mempergunakan kata-kata
yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh : Keramah-tamahan yang bengis
  • Asosiasi atau Simile
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu
dengan keadaan lain yang sesuai dengan
keadaan yang dilukiskannya.
Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda
ayam
  • Metafora
Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu
benda tertentu dengan benda lain yang
mempunyai sifat sama.
Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita
  • Alegori
adalah gaya bahasa yang membandingkan
kehidupan manusia dengan alam.
Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi
zaman.
  • Parabel
Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung
dalam seluruh karangan dengan secara halus
tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup,
falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.
Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud
bahwa yang benar tetap benar
  • Personifikasi
Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan
benda mati sebagai makhluk hidup.
Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting
  • Alusi
Adalah gaya bahasa yang menghubungkan
sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.
Contoh : Pkartini kecil itu turut memperjuangkan
haknya
  • Eponim
Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu
sering dihubungakan dengan sifat tertentu,
sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan
suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai
untuk menyatakan sifat itu.
Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan
kecantikan.
  • Epitet
Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu
sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau
sesuatu hal.
Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.
  • Sinekdoke
- Pars Pro Tato
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan
sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan.
Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya
- Totem Pro Parte
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh
hal untuk menyatakan sebagian. Contoh :
Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah
menggulung PSSi Harimau
  • Metonimia
Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama
ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai
pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan
Jupiter jika pergi ke sekolah
  • Antonomasia
Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat
atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang
sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang
Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
  • Hipalase
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan
yang berlainan dengan yang dimaksudkan.
Contoh : ia masih menuntut almarhum maskawin
dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut
maskawin dari almarhum)
  • Ironi
Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan
yang berlainan dengan yang dimaksudkan.
Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?
  • Sinisme
adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar
dari ironi atau sindiran tajam
Contoh : Harum bener baumu pagi ini
  • Sarkasme
Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan
kadang-kadang merupakan kutukan.
Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi
nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk
ketelinga
  • Satire
Adalah ungkapan yang menertawakan atau
menolak sesuatu.
Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau
tak bisa mengerjakannya!
  • Inuendo
Adalah gaya bahasa sindiran dengan
mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Ia menjadi kaya raya karena
mengadakan kemoersialisasi jabatannya
  • Antifrasis
Adalah gaya bahsa ironi yang berwujud
penggunaan sebuah kata dengan makna
sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai
ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untuk
menangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya.
Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan
terhormat
  • Pun atau Paronomasia
Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan
bunyi.
Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu
  • Simbolik
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu
dengan mempergunakan benda-benda lain
sebagai simbol atau perlambang.
Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.
  • Tropen
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan
dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan
yang dilakukan seseorang.
Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan
pikirannya, ia menyelam diri di antara botol
minuman.
  • Alusio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan
pribahasa atau ungkapan.
Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan
terulang lagi?
  • Interupsi
adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-
kata atau bagian kalimat yang disisipkan di
dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan
sesuatu dalam kalimat.
Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh
perempuan lain.
  • Eksklmasio
Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-
kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan
menggigil.
  • Enumerasio
Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu
kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap
peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan
jelas.
Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu
tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur
perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi.
Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini
bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu
membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah
keindahan sejati.
  • Kontradiksio Interminis
Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan
sesuatu yang bertentangan dengan apa yang
telah dikemukakan sebelumnya.
Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.
  • Anakronisme
Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya
ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra
dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang
disebutkan belum ada saat itu.
Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare
menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam
belum ada)
  • Okupasi
Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan
atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh
orang banyak dianggap benar.
Contoh : Minuman keras dapat merusak dapat
merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak
anak yang mengkonsumsinya.
  • Resentia
Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu
yang tidak mengatakan tegas pada bagian
tertentu dari kalimat yang dihilangkan.
Contoh : “Apakah ibu mau….?”

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.